Kab.Bogor
Insiden cekcok antara wali murid dengan Kepala Sekolah SD Negeri Citeureup 6, Ibu Susmiyati, S.Pd.SD, M.Pd., mengguncang lingkungan sekolah tersebut pada Kamis pagi. Kejadian ini terjadi di ruang kantor sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. Perselisihan yang semula dimulai dengan niat baik berubah menjadi perdebatan sengit yang mengundang perhatian.
Elis, salah satu wali murid, mengungkapkan bahwa ia awalnya berniat bersilaturahmi dengan Kepala Sekolah setelah pengambilan rapor. Ia ingin menyampaikan saran agar sekolah lebih transparan dalam pelaporan keuangan terkait kegiatan sekolah, yang dinilainya sering kali tidak diinformasikan kepada para wali murid. Menurut Elis, hal tersebut penting untuk menghindari dugaan adanya indikasi pungutan liar.
Dalam hal ini Humas jpkp-n saat mengkonfirmaai ke sekolah, ia mengatakan, betul pak memang ada kegiatan tersebut renang di vila bogor indah dengan iuran 70,000 di bagi bebrpa, sewa angkot per angkot 200,000 di kali 32 angkot,dan bayar lainya contohnya tiket masuk.08/01/2024
Namun, menurut Elis, sebelum niat baiknya tersampaikan, Kepala Sekolah memotong pembicaraannya dan memberikan tanggapan yang dianggapnya kurang menyenangkan. “Saya hanya ingin mengajak berdiskusi agar pihak sekolah bisa lebih terbuka soal laporan keuangan kegiatan, tetapi kepala sekolah langsung menyanggah dan mempertanyakan kapasitas saya,” ungkap Elis.
Dalam percakapan yang berlangsung tegang, Elis sempat menyampaikan masukan agar guru kelas rutin memberikan laporan kegiatan kepada wali murid. Sayangnya, Kepala Sekolah merespons dengan nada tinggi. “Apa kapasitas Ibu untuk meminta laporan kepada saya?” ujar Kepala Sekolah, seperti ditirukan Elis.
Elis juga menyebutkan bahwa dirinya tidak membawa nama lembaga tertentu dalam percakapan tersebut, melainkan murni sebagai wali murid yang peduli dengan kondisi sekolah anaknya. Namun, diskusi tidak berjalan baik dan akhirnya terhenti setelah suasana menjadi semakin tidak kondusif. “Saya memutuskan untuk menghentikan pembicaraan karena khawatir mengganggu aktivitas sekolah,” jelas Elis.
Kejadian ini menjadi perhatian karena mencerminkan pentingnya komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan wali murid. Elis berencana melaporkan insiden ini kepada lembaga terkait untuk mendapatkan solusi yang adil dan mendukung transparansi di sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah mengenai insiden tersebut. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk mengedepankan komunikasi yang baik demi kepentingan bersama, terutama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih transparan dan harmonis.
Reporter : subur
Editor : red













