CIBINONG – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Usep Nukliri, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) memperketat pengawasan. Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
“Laporannya banyak keluhan mengenai anak yang tidak lolos seleksi, karena terkadang pihak sekolah tidak memberikan penjelasan yang maksimal. Oleh karena itu, kami berharap Dinas Pendidikan benar-benar segera mengontrol pelaksanaan SPMB jenjang SD dan SMP,” katanya kepada PAKAR, Selasa (30/6/2026).
Tak hanya itu, Usep juga mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk menindaklanjuti persoalan ini.
“Setelah menerima masukan dari masyarakat, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Insyaallah, jika di lapangan memang ada masalah, mungkin perlu dilakukan evaluasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila pelaksanaan SPMB di Kabupaten Bogor berjalan lancar tanpa keluhan, evaluasi tentu tidak diperlukan.
“Kalau di bawah tidak ada masalah, maka tidak perlu (evaluasi). Namun, masalah itu banyak muncul di bawah. Mungkin masyarakat belum memasukkan aduan resmi ke Komisi IV, baru sebatas obrolan mengenai keluhan SPMB ini,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 1.240 wali atau orang tua murid mendatangi pelayanan help desk selama pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.
Pelaksana Program dan Pelaporan SPMB Disdik Kabupaten Bogor, Iqbal Rukmana, menyampaikan bahwa pelayanan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam proses pendaftaran secara daring (online).
”Ada sebanyak 1.240 orang tua murid yang hadir ke pelayanan help desk Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, baik untuk jenjang SD maupun SMP,” ujarnya kepada Pakar, Senin (29/6/2026).
Ia menuturingkan bahwa pelayanan help desk ini disediakan guna memastikan proses SPMB berjalan dengan mudah, transparan, inklusif, dan nyaman bagi semua pendaftar.
”Kami ingin memastikan setiap calon murid, baik yang akan menempuh pendidikan jenjang SD maupun SMP negeri, mendapatkan akses pendidikan yang baik dan maksimal selama proses SPMB berjalan,” tuturnya.
Iqbal juga menyebutkan, ribuan orang tua murid mendatangi pelayanan help desk karena banyak peserta didik yang kesulitan mengakses sistem SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.
”Jadi, banyak calon peserta yang lupa kata sandi (password), lupa akun, perlu pemutakhiran data diri, perubahan akun, atau akunnya ganda karena orang tua membuat akun terus-menerus. Akun ganda tersebut harus dihapus salah satu. Terakhir, ada juga yang menanyakan soal prosedur operasional standar (SOP) pendaftaran,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rameni, membenarkan bahwa banyak orang tua murid yang terkendala saat mengakses sistem SPMB.
”Ada beberapa kendala yang menjadi masalah mereka, seperti Kartu Keluarga (KK) yang belum memenuhi ketentuan, kendala saat mengakses sistem pendaftaran, serta persoalan administrasi lainnya,” ucap Rameni.
Meski demikian, ia menyarankan kepada orang tua atau calon murid untuk menghubungi operator sekolah terlebih dahulu sebelum datang ke pelayanan help desk Disdik.
”Jika mengalami kendala, hubungi operator sekolah terlebih dahulu dan konsultasikan masalah yang dihadapi. Jika belum selesai, barulah manfaatkan layanan help desk Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor agar prosesnya lebih cepat dan efektif,” pungkasnya.
Reporter: sdn
Editor: red













