BeritaDaerah

Capaian 2,37 Persen, Stunting Kabupaten Bogor Jauh di Bawah Angka Sebelumnya

586
×

Capaian 2,37 Persen, Stunting Kabupaten Bogor Jauh di Bawah Angka Sebelumnya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kabupaten Bogor mencatat penurunan angka stunting berdasarkan data Agustus 2026. Prevalensi stunting kini berada di 2,37 persen atau 8.374 kasus, jauh di bawah angka yang sebelumnya pernah mencapai 18,9 persen.

Capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan dalam penanganan persoalan gizi dan tumbuh kembang anak. Meski demikian, penurunan angka perlu dibarengi dengan pencegahan agar kasus stunting tidak kembali meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr. Fusia Meidiawaty mengatakan, hasil tersebut merupakan bagian dari kerja bersama dalam menangani persoalan kesehatan anak. Ia menilai keberlanjutan kolaborasi menjadi penting untuk mempertahankan capaian yang sudah diperoleh.

“Penanganan masalah kesehatan di Kabupaten Bogor membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya Dinas Kesehatan. Karena itu, kolaborasi, sinergi, dan koordinasi perlu terus diperkuat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting,” ujar Fusia dalam kegiatan Gerakan Cegah Stunting di Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Rabu, 7 Oktober 2026.

Upaya pencegahan tersebut terutama difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dan pemantauan tumbuh kembang anak selama 1.000 hari pertama kehidupan. Pemenuhan gizi, pola asuh, pemantauan tumbuh kembang, imunisasi, dan edukasi kesehatan menjadi bagian penting untuk mencegah kekurangan gizi kronis.

Kondisi kekurangan gizi dalam jangka panjang dapat berdampak lebih luas daripada pertumbuhan fisik anak. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kognitif, kecerdasan, serta produktivitas anak di masa depan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor Ny. Eva Rudy Susmanto menilai, turunnya angka stunting perlu menjadi momentum untuk semakin memperkuat upaya pencegahan yang dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, pemenuhan gizi dan kesehatan ibu serta anak perlu menjadi perhatian bersama.

“Stunting tidak hanya berkaitan dengan masalah kesehatan, tetapi juga menentukan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Bogor di masa depan. Upaya pencegahannya perlu dilakukan secara komprehensif, mulai dari pemenuhan gizi seimbang, penerapan pola asuh yang baik, menjaga kesehatan ibu dan anak, hingga memastikan imunisasi,” ujar Eva.

Eva juga mendorong kader PKK, Posyandu, dan Dasawisma untuk memastikan anak yang belum memperoleh imunisasi dapat terjangkau layanan. Perhatian juga diarahkan kepada anak yang belum mendapatkan imunisasi sama sekali atau masuk kategori zero dose.

Langkah tersebut sejalan dengan pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar Nasional yang digelar sepanjang 1 hingga 31 Oktober 2026, mengusung tema “Imunisasi Tepat Usia: Kejar Sebelum 1 Tahun, Tuntas Sebelum 2 Tahun.”

Selain memastikan kesehatan anak, edukasi keluarga juga terus diperkuat melalui 10 Program Pokok PKK, khususnya Pokja 4. Edukasi mengenai kesiapan fisik, mental, dan kesehatan reproduksi turut diberikan kepada remaja sebagai bagian dari pencegahan jangka panjang.

Prevalensi stunting yang berhasil ditekan menjadi 2,37 persen menjadi capaian yang perlu terus dipertahankan oleh Kabupaten Bogor.Pemerintah daerah bersama berbagai unsur masyarakat terus memperkuat langkah pencegahan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

 

Reporter : sdn
Editor : red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60 Example 468x60