BeritaDaerah

Diskominfo Kabupaten Bogor Dorong Smart City Berbasis Inovasi yang Berdampak

553
×

Diskominfo Kabupaten Bogor Dorong Smart City Berbasis Inovasi yang Berdampak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

CIBINONG – Atas arahan Bupati Bogor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperkuat transformasi digital melalui pengembangan Smart City yang berorientasi pada penyelesaian masalah dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Forum Smart City Kabupaten Bogor yang digelar di Aula R.M. Tirto Adhi Soerjo, Diskominfo, Senin (7/9/2026).

Forum yang mengusung tema “Sahate Digital Kabupaten Bogor dan Uji Coba Indikator Pendekatan Kota Cerdas serta Persiapan Penghargaan Inovasi Digital Berdampak Tahun 2026” tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat implementasi Smart City di Kabupaten Bogor. Dengan menghadiri narasumber Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah, Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital – Kemenkomdigi RI, Aris Kurniawan, S.Sos., M.Comn. dan Direktur Citi Asia Internasional, Fitrah Rachmat Kautsar, M.E.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, mengatakan, sejak ditunjuk sebagai salah satu piloting project dalam gerakan menuju 100 Smart City di Indonesia, Pemkab Bogor terus berkomitmen melakukan transformasi daerah melalui pemanfaatan teknologi.

Menurutnya, transformasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk membangun infrastruktur teknologi informasi, tetapi juga menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, pelayanan publik yang efisien, pembangunan berkelanjutan, serta inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan kota cerdas bukan sekadar tentang membangun infrastruktur IT, memasang CCTV, atau meluncurkan ratusan aplikasi. Smart City adalah tentang perubahan tata kelola, inovasi cara kerja, dan pemecahan masalah nyata warga,” tegas Bambang.

Ia menjelaskan, semangat transformasi digital tersebut dibingkai melalui konsep “Sahate Digital Kabupaten Bogor”. Kata Sahate yang bermakna satu hati, sejiwa, dan selaras menjadi representasi pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem digital daerah.

Bambang menegaskan, transformasi digital tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pentahelix, mulai dari perangkat daerah, akademisi, dunia usaha hingga masyarakat.

“Transformasi digital tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi seluruh elemen pentahelix agar setiap inovasi yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Forum Smart City Kabupaten Bogor tersebut juga difokuskan pada dua agenda utama. Pertama, uji coba indikator pendekatan kota cerdas untuk mengukur secara lebih presisi kesiapan dan keberhasilan penerapan enam pilar Smart City, yakni Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, Smart Environment, Smart Society, dan Smart Branding.

Kedua, persiapan Penghargaan Inovasi Digital Berdampak Tahun 2026, yang diarahkan untuk memastikan berbagai inovasi yang dikembangkan perangkat daerah maupun masyarakat tidak berhenti pada aspek administratif atau formalitas.

Inovasi yang dikembangkan diharapkan mampu memberikan dampak nyata, manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus menghasilkan efisiensi dalam penggunaan anggaran dan sumber daya.

Bambang juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk memperkuat kolaborasi dan meninggalkan ego sektoral dalam proses transformasi digital Kabupaten Bogor. Integrasi data serta pengembangan sistem yang saling terhubung dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan digital yang efektif.

“Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang diskusi yang produktif, terbuka, dan berorientasi pada solusi,” pungkasnya.

Selanjutnya Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah, Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Aris Kurniawan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk memperkuat keterhubungan (interoperabilitas) data dan sistem layanan publik. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pengarahan dalam ajang Forum Smart City Kabupaten Bogor di Cibinong.

 

Reporter: sdn

Editor: red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 468x60 Example 468x60